Rabu, 10 Oktober 2018

Pilihan Hidup

KATA orang, hidup itu pilihan. Dan dalam berbagai hal, terkadang kita dihadapkan dgn pilihan yg terbatas, dan mau tidak mau harus memilih.
Godaan dalam perkawinan, dalam batas tertentu juga adalah pilihan.
Apakah mau digoda, atau sengaja membiarkan diri tergoda. Apakah ingin hanyut, atau sengaja menghanyutkan diri. Banyak laki-laki (atau dalam hal ini suami) yang menyerah dengan godaan. Bahkan menikmati godaan itu lengkap dgn polemik, konsekuensi dan resiko.
Dan bnyak sekali di luaran sana suami yg tergoda sebagiannya malah terjadi pd orang" disekelilingku. Dan mrk dgn sadar menghanyutkan diri dalam pusaran nafsu yg kemudian membelenggunya.

SELINGKUH itu katanya menyenangkan. Mungkin itu yang ada di benak sebagian para pelaku ini. Bahkan bukan tidak mungkin ada pembaca yang terinspirasi, dan merasa penasaran ingin mencobanya.
Jika saat ini kamu berencana berselingkuh, kamu sebenarnya BERJUDI. dan Taruhannya adalah KELUARGA. ingat itu! 

karena hal itu seringkali diabaikan dan tak disadari banyak orang, sampai kemudian masalah menghimpitnya baru tersadarkan, tapi.. hey itu sudah terlambat!

Jadi, apakah kamu masih berniat selingkuh?
.
PERKAWINAN seharusnya diisi dengan kejujuran. Namun bagaimana jika salah satu pihak terlibat cinta terlarang dengan orang ketiga? Apakah harus diceritakan?

Kebanyakan para suami telah tahu bagaimana sikap istrinya, dan mrk juga sudah tahu apa yang akan terjadi jika istrinya tahu kalau ada perempuan lain yang pernah ‘menggoyang’ suaminya istrinya pasti tak akan memaafkan dan sudah pasti akan minta cerai!!!
Makanya selalu hanya ada dua orang di dunia yang tahu kisah perselingkuhan yakni pelaku dan selingkuhannya. Dan tentunya selalu berharap selingkuhannya tetap merahasiakan ini, selalu berdoa agar selingkuhannya tak pernah punya ide macam-macam, misalnya dia tiba-tiba punya ilham untuk berbuat heboh dgn mendatangi istri dari pasangannya dan menceritakan semuanya... semua tahu perkawinan seharusnya diwarnai dengan kejujuran. Seharusnya tak ada yang ditutup-tutupi. Namun untuk hal ini, pelaku pasti akan memutuskan untuk tutup mulut dan memilih untuk menjadi 'PENGECUT' daripada harus kehilangan KELUARGA atau dibenci 'KELUARGA'

Satu hal yang sukar ditemui dalam perselingkuhan. Dalam kasus cinta terlarang seperti ini dapat dikatakan tidak ada win-win solution. Mungkin alternatif yang paling masuk akal adalah POLIGAMI. Tapi solusi ini bukan berarti tak ada yang disakiti, karena istri pertama biasanya marah dan sakit hati. Mungkin ada yang mengatakan, pasangan yang berselingkuh itu terlihat bahagia. Mereka menemukan sesuatu yang bisa mengisi kekosongan dari pasangan resmi. Pernyataan ini mungkin benar. Namun sampai kapan????...

Selingkuh itu sebaiknya bisa dihindari sejak awal, mumpung rasa cinta belum begitu besar. Mumpung ikatan emosi belum begitu erat. Ibarat tanaman, lebih mudah mencabut jika masih berupa kecambah atau bibit. Jika sudah menjadi POHON besar, tak bisa dicabut lagi, melainkan harus ditebang. Kalau pun ditebang, masih ada akar yang tertanam di tanah dan menunggu menjadi busuk. Pada tanaman tertentu malah bisa muncul tunas baru lagi di bagian yang ditebang. Maka itu jika perselingkuhan sudah terlanjur terjadi dan sudah mengakar kuat, apalagi jika sampai hadirnya anak dlm perselingkuhan tersebut, pastilah akan sangat sulit mencari jalan keluar, persis sama seperti mencabut pohon yg sudah sangat tumbuh tinggi.

Banyak wanita atau para istri yg TAK MENGIRA, kalau godaan bagi seorang laki-laki (terutama yang sudah menikah), itu sangat besar jika ditugaskan ke daerah lain apalagi yg jelas" terpisahkan bekerja dikota lain. Semua syarat yang dibutuhkan untuk berselingkuh terbuka lebar: Jauh dari pengawasan istri (karena istri berada nun jauh di sana, dipisahkan jarak belasan hingga puluhan kilometer), dan privacy.

Perempuan yang di-booking bisa dibawa ke hotel tempat menginap. Dan tahukah Anda apa pertanyaan yang biasa diajukan laki-laki kepada sopir taksi begitu turun dari pesawat atau kereta? Setelah pertanyaan basa-basi, pertanyaan inti yang biasa diajukan adalah: Di mana tempatnya cewek yg bisa BO atau Massage berapa tarif untuk ST atau LT, bagaimana utk mendapatkan kimcil dsb.

Apalagi di era jaman sekarang informasi semua itu dpt diperoleh dgn sangat mudah dgn adanya aplikasi ijo yg cukup populer atau semacamnya di android (mohon maaf, nama aplikasinya tidak dapat sya sebutkan), kita tinggal download gratisan aplikasinya, membuat akun dan mendaftarkan nomor handphone, dan begitu selesai sign up. voilaaa... anda akan dgn mudah melakukan scan area, kapanpun dan dimanapun anda berada dgn menyalakan GPS di handpone anda. dan andapun akan mendapatkan para wanita sesama pengguna aplikasi yg memajang photo mereka dgn berbagai promo dan iklan yg mrk tawarkan, bahkan tak sedikit yg memajang besaran tarif dan nomor WA yg dpt dihubungi.

Terlebih lagi, ketika memasuki tempat massage, spa atau karaoke, seringkali terdapat 'aquarium' dimana para wanita" seksi yg akan menemani tamu dipajang dan kita bisa mengintip dari luar tanpa diketahui oleh para wanitanya. dan kita tinggal tunjuk saja mau pilih yg mana sesuai selera.

Aku sendiri akan berdusta jika mengatakan 'tak tertarik'. Aku tidak munafik. Keinginan untuk bermain" dgn perempuan lain pasti ada. Yang menjadi masalah (jika itu pantas disebut masalah), biasanya itu akn membuat kita membandingkan perempuan itu dgn pasangan kita. memang cantik, tubuhnya pun sangat indah, mungkin kulitnya lebih putih lebih halus dsb. tapi mesti di ingat agar melupakan standarisasi itu. Mereka bilang, "Biar jelek, yg penting kan barang baru" Dan biasanya sambil bergurau; ''Kalau jelek ngapain? Gratis pun belum tentu kita mau, apalagi jika harus membayar...”
Namun celakanya jg, seorang teman pernah berkata, di dunia seperti itu, makin cantik seseorang berarti pelanggannya makin banyak dan dia makin sering dipake, dan ya otomatis 'onderdil'nya malah mungkin justru lebih rusak krn ya itu td keseringan. Hahahaa...
Membayangkan kalau kita menjadi lelaki kesekian yg bergelut dengannya, iuuuuhhh... hal itu sungguh akan membuat kehilangan selera, dan batal utk memilih salah satunya... hehehe
Satu hal yg pasti Kenikmatan semu itu selalu mahal, dan klo dilihat dari segi penghasilan.. wah sudah pasti aku takkan mampu membelinya.

Bila melihat kenyataan, dilingkungan tempatku bekerja, yg kebetulan dari 60 orng karyawan, hnya ada 3 saja perempuan yg bekerja diperusahaan ini.
Tentu saja, dgn bnyaknya laki" dilingkungan tempat kerjaku, terlebih perusahaanku bergerak di bidang proyek" pembangunan dan pertambangan, maka sudah pasti ada beragam pendapat maupun pola hidup, tak sedikit diantara mrk yg senang cari hiburan malam.

Memang kebanyakan tempat mrk bertugas berjauhan dgn tempat tinggal hal itu cukup menyulitkan mrk utk pulang ke keluarganya, faktor jenuh capek dan stress, seakan menjadi alasan utk mencari hiburan diluar. beberapa kali pernah ak tanya mrk 'apa orng rumah tak pernah protes atau mungkin mencurigai macam", dan kebanyakan jawaban mrk adalah 'ngga ada masalah, selama semua kebutuhan di rumah tercukupi, ya memang tetap ada dusta jg' katanya, dan mrk berfikir bahwa "daripada nge-PHP wanita lain atau berselingkuh, atau lebih parah mungkin berpoligami, lebih baik ketemu di tempat hiburan, tinggal datang, ketemu, nego, main, lalu bayar,,, sudah selesai habis perkara, ngga akn ada buntut ini itu'.
tapi tak sedikit jg teman" yg bermain api, bahkan berpoligami, hal itu tergantung pd pola fikir masing".

SELINGKUH (terutama yang dilakukan laki-laki saat tugas luar daerah) punya segudang cerita yang jarang terungkap. Itu yang kerap kusaksikan. Ada pergulatan antara nilai kesetiaan dengan godaan badani.

Ada seorang teman yg apabila tugas luar kota seringkali dy menyendiri dan hnya menghabiskan waktunya bermain game, setiap kali diajak malam" 'cari angin, atau sekedar cari kopi dan cemilan' dy selalu bilang 'nitip saja utk dibelikan' klo sampe dy dipaksa.. biasanya dy bilang 'please jgn paksa ak, jgn menyeretku utk coba-coba, ak tidak mau tergoda' dan ketika kami kembali dy malah sedang asyik bertelpon ria dgn istrinya.

Dan, ada seorang teman lagi yg kebetulan saat itu lagi berselisih dgn istrinya, hnya krn istrinya telat membukakan kunci pintu rumahnya meskipun pintu udh digedor berulang" namun rupanya istrinya tidak mendengar suara ketukan krn ternyata telinganya dipasangi headset, lalu bertengkar. dan esoknya lagi ketika pulang istrinya lupa tidak menyediakan teh atau kopi, yg ada saat itu istrinya sedang terlelap tidur dgn pakaian yg masih lengkap sedangkan pintu rumah dibukakan sm anaknya yg masih sd yg kebetulan masih bermain game di hape.
lagi" hal itu memicu pertengkaran, istrinya jg tak mau disalahkan, suaminya jg tak mau mengalah. imbasnya saat temenku mendapat tugas ke luar kota, 2 malam berturut" dy menggandeng wanita penghibur yg sngat cantik masuk ke kamar hotel, ak yg saat itu menyaksikan hal itu cm bengong dan menegurnya, dan dy bilang “Aku lagi kesal sama istri. Jadi kulampiaskan saja...” begitu katanya.

(Jadi untuk para istri, sebaiknya jangan bertengkar dengan suami menjelang mereka ditugaskan ke luar daerah. Bisa bahaya...) maaf itu bukan ancaman tp sekedar mengingatkan, dan alangkah lebih baiknya seorang istri mencium dl pipi suaminya tepat sebelum berangkat tugas keluar kota. sepele tapi lumayan cukup efektif utk membentengi para suami dari godaan.

*sekian dl tulisan kali ini, nanti dilanjutkan lagi ditulisan selanjutnya*
Terima kasih sudah membaca..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar