Kamis, 18 September 2014

Teman masa kecilku

Kisah ini bermula ketika karirku, mulai  merangkak naik. saat itu aku bekerja di sebuah perusahaan distributor alat tulis, yg bertempat di bandung sbgai kantor cabangnya. pertama  aku bekerja di perusahaan itu sbagai sales representative utk wilayah priangan timur yg meliputi Garut, tasik, ciamis dan banjar, 4 kota ak cover sndirian, tanpa ada pembimbing. aku bekerja sendirian yg saat itu hnya menempati sbuah kamar kost yg kecil, yg dibiayai oleh perusahaan. setiap hari keliling dgn menggunakan sepeda motor utk memenuhi target penjualan.
Kebetulan di kota itu jg sahabatku yg dari sejak SD hingga kuliah kami selalu bersama" ternyata pas bekerja pun kami di tugaskn di kota yg sama. bedanya dia di perusahaan finance. selalu berurusan dgn uang. karir'y sngat pesat, gaji'y hampir 2x lipat dariku. tp ada yg tidak kusuka darinya.. cara hidupnya yg kadang menyimpang, baginya uang adalah segalanya, dgn uang ktanya bisa membeli segala hal termasuk juga wanita. maka krn itu dy ngga perduli cara yg digunakan itu benar atau salah yg terpenting buatnya itu menghasilkan duit.
yg kutahu dy seringkali memacari wanita memanjakannya dgn uang dan lalu menidurinya. bahkan pernah suatu kali jalan bareng bersamaku ke satu tempat yg ternyata dy itu adalah nasabah dr perusahaannya. yg kulihat adalah dy mendatangi rumah itu menemui pemiliknya dan menyodorkan surat hutang dan penyitaan kendaraan beroda 4, singkat cerita nasabah trs tidak mampu melunasi hutang"y.. tp jg kendaraan yg dimiliki tdk jg mau di serahkan.
negosiasi pun terjadi... usut punya usut... temanku ini ternyata jauh sebelumnya sudah mengamati keluarga ini. dan baru ku tahu.. klo s'bapak ini memiliki seorang anak perempuan yg masih di bangku sekolah berusia sekitar 18 tahunan.
entah bagaimana caranya.. yg pasti saat ini mereka mengijinkan putri'y utk menemani kami jalan". saat itu krn kami membawa kendaraan masing" akhirnya anak itu di bonceng sm temanku.. dan kami makan malam bersama..sambil berbincang" bercanda dan sbagainya. seusai makan malam ak pamitan sm mrk dan pulang ke tempat kostan ku.
entah apa yg akan terjadi sm mrk...
tp yg pasti aku tahu bnget sifat temanku.
dan ternyata benar saja besok siangnya.. dy menelponku dan bercerita soal kesuksesannya td malam. haahhh... aku hnya bisa menarik nafas panjang melihat tingkahnya. dan tak pernah berkomentar apapun kecuali gumam kecil didalam hatiku 'satu saat Tuhan akn menegurmu, dan bahkan mungkin km akn terjatuh'